Sekolah Berprestasi

SMP Negeri 3 Cikarang Utara, Sekolah Pusat Pembinaan Olahraga Nasional

Tahun 2019 baru saja pergi berganti dengan tahun 2020. Meski begitu tahun 2019 tak akan pernah dilupakan oleh guru dan murid-murid SMP Negeri 3 Cikarang Utara. Maklum saja tahun lalu sejumlah prestesi berhasil ditorehkan oleh sekolah yang sudah berdiri sejak 2003 lalu. Prestasi yang telah diraih itu didominasi oleh kegiatan olahraga.

Menurut Kepala Sekolah  SMP Negeri 3 Cikarang Utara, Dedi Kusnadi, kegiatan olahraga memang jadi unggulan sekolah ini. Maklum saja sejak Oktober 2014 Berdasarkan Keputusan Direktur Pembinaan Sekolah menengah pertama Direktorat Jendral Pendidikan Dasar Kementrian Pendidikan Dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor : 3807/C3/KP/2014 Tentang Sekolah Penyelenggara program Kelas Olahraga. SMPN 3 Cikarang Utara Ditunjuk menjadi salah satu sekolah pusat pembinaan olahraga dari 88 sekolah seluruh Indonesia.

Prestasi olahraga yang  diraih oleh sekolah tempat belajar  dari 1.185 siswa ini cukup membanggakan. Mulai dari tingkat kabuapten, provinsi hingga  tingkat national.  Sepakbola, Basket, Atletik dan Panahan menjadi cabor yang telah mengharumkan nama sekolah yang emmilikis ekitar 50 guru pndidik ini.Selain prestasi olahraga, prestasi lainnya yang  berhasil diraih sepanjang 2019 adalah dalam kegiatan majalah dinding sekolah atau Mading serta Sains.

Dijelaskan oleh Dedi Kusnadi untuk emningkatkan prestasi siswa kegiatan pembinaan olahraga dilakukan setelah kegiatan belajar. Cabor olahraga yang dibina di sekolah ini diantaranya,  Pencak Silat, Atletik, Sepak Bola, Basket, Bulu tangkis, Voli, Panahan dan Gulat. Di luar kegiata olahraga ada juga kegiatan ekstrakulikuler lainnya seperti Pramuka, Paskibra, PMR, Dram band, Paduan Suara, Angklung, , Pramuka dan  KIR (Kelompok Ilmiah Remaja).

Setelah menorehkan prestasi yang membangkakan di 2019, memasuki 2020, SMP Negeri 3 Cikarang Utara pun memiliki target yang ingin dicapai.  Yakni ingin menjuarai beberapa kegiatan olahraga  di beberap ajang seperti Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN), Foodball Junior League (FJL) , Liga pendidikan Indonesia (LPI) dan lain-lain.

Tahun ini SMP Negeri 3 Cikarang Utara juga bertekad ingin neningkatkan nilai UNBK.  Pada tahun ajaran 2018/2019 nilai UNBK di sekolah ini rata-rata mencapai 49,25  berada di peringkat 117 dri 327 SMP Negeri yang ada di Kabupaten Bekasi. Sementara pada tahun ajaran 2017/2018 nilai UNBK rata-rata mencapai 50,92  berada di peringkat 84  dari 313 Sekolah.

Target lainnya yang ingin dicapai adalah meningkatkan kehadiran siswa melalui SIP ( Sistem Impormasi Pendidikan) secara Onile. Memberikan Akses kepada orang tua secara online. Serta terlaksananya kegiatan moving class. Selesainya rehabilitasi gedung sekolah di SMP Negeri 3 Ciakarang Utara ini, menurut Dedi menembah semangat para guru untuk meningkatkan prestasi siswa dis ekolah ini. “Dengan adanaya penambahan ruang kelas di gedung baru ini, membuat kegiatan belajar mengajar menjadi lebih masksimal,” Ujarnya.  

Selanjutnya 1 halaman : 2 berita

SMKN 1 Katapang Terapkan Pembelajaran Menyenangkan di Sekolah 

Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Katapang Kabupaten Bandung berhasil mewujudkan sekolah ramah anak dengan menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan. Kepala SMKN 1 Katapang, Asep Rusmana mengatakan, dengan menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan, siswa dapat lebih menggali sisi kreativitas yang dimiliki. Hal tersebut terbukti pada kegiatan Multiteam Expo yang digelar  awal Januari 2020 lalu. 

Melalui kegiatan ini, seluruh siswa dari berbagai jurusan memamerkan inovasi-inovasi baru, mulai dari bidang teknik, multimedia hingga tekstil. Menurut Asep Rusmana, expo ini merupakan wujud ekspresi siswa karena telah belajar dengan menyenangkan di sekolah ini.
Hal ini, menurutnya, juga selaras dengan visi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Makarim yang mengusung “Merdeka Belajar”. 

Proses pembelajaran yang menyenangkan tersebut dibantu bimbingan guru yang profesional. Di sekolah ini, siswa belajar dengan guru-guru profesional sehingga tujuan yang diinginkan sekolah pun tercapai. Asep menganalogikan, siswa hari ini adalah mereka yang sedang di tepi jembatan menuju masa keemasan. Anak-anak tinggal diseberangkan untuk mencapai ke sana. Untuk sampai ke sana, siswa harus mengikuti program-program pendidikan yang ditetapkan oleh sekolah,” pungkasnya.

Enam  Program Unggulan SMAN 20 Bandung

Untuk dapat merealisasikan visi dan misi sekolah agar bisa bersaing di kancah global. Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 20 Kota Bandung menggalakkan 6 program unggulan.Keenam program unggulan itu adalalah Prestasi Unggul, Sekolah Adiwiyata, Sekolah Hemat Energi, Program Literasi, School Based Research, dan Program Sekolah Ramah Anak.

Heniyati, Kepala SMAN 20 Kota Bandung mengatakan, enam program unggulan tersebut membantu mewujudkan sekolah yang religius, berkarakter, kompetitif, berliterasi tinggi, dan berbudaya lingkungan. Faktor-faktor tersebut amat dibutuhkan, terlebih dalam mengembangkan kemampuan siswa di bidang akademis maupun non-akademis.

Seperti pada program prestasi unggul yang menjadi salah satu sarana pembelajaran, sekolah mendatangkan konsultan pendidikan. “Kegiatan ini rutin dilaksanakan setiap Jumat pagi yang diikuti semua tingkatan mulai dari kelas X hingga XII,” ujarnya, di sela-sela kegiatan Education Expo 2020 “Memperluas Wawasan, Menggapai Masa Depan” di SMAN 20 Kota Bandung.

Menurut Heniyati, pihak sekolah menghadirkan program tersebut karena ingin mendukung dan memotivasi siswa untuk kompetitif. Bahkan, sekolah membuka pengayaan sejak awal semester untuk melatih siswa agar terbiasa dengan berbagai soal dalam Ujian Nasional (UN) dan Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN). “Pihak sekolah menjalin kerja sama dengan lembaga bimbingan belajar (bimbel) dan mendatangkan langsung guru dari bimbel. Hal ini untuk mengurangi rasa bosan siswa itu sendiri,” katanya.

Pengayaan ini, lanjutnya, diberikan secara cuma-cuma atau tidak dipungut biaya. Sehingga, siswa bisa mendapatkan ilmu baru dari guru-guru yang didatangkan dari lembaga bimbingan belajar. Melalui program pengayaan in, siswa SMAN 20 Kota Bandung bisa lolos masuk perguruan tinggi negeri.  PAda 2019 lalu,  tercatat 204 siswa lolos ke PTN pada 2019. Sementara pada program adiwiyata, ungkap Euis, SMAN 20 Kota Bandung berhasil meraih Adiwiyata Mandiri. Sedangkan, pada program hemat energi berhasil mewakili Kota Bandung ke tingkat nasional.

Prayoga Nugraha Arcadia, Wakili Indonesia di Forum Global Youth PBB 

Siswa SMAN 2 Tasikmalaya, Prayoga Nugraha Arcadia berhasil mewakili Indonesia dalam Forum Global Youth Models United Nation Perserikatan Bangsa-Bangsa. Ajang internasional bertema “Empowering Youth, Pursuing Global Peace” ini, akan berlangsung di Kuala Lumpur pada 17-20 Juli 2020. 

Forum tersebut diikuti delegasi dari seluruh negara di dunia. Adapun tema yang diangkat adalah Global Peace (Perdamaian Dunia). Ini merupakan salah satu langkah PBB dalam menjaga perdamaian dunia yang melibatkan delegasi para pemuda di seluruh dunia.

Yoga menuturkan, awalnya ia iseng membuka media sosial Instagram. Dari sana, ia pun tertarik ikut mendaftar. Tak disangka, berawal dari keisengannya itu, Yoga terpilih menjadi delegasi Indonesia dalam ajang bergengsi tersebut. Bukan hal yang mudah bagi Yoga untuk mencapai tahap ini. Selain harus bersaing dengan 7.000 orang yang ikut seleksi melalui test online, ia juga menggunakan biaya pribadi dalam mengikuti ajang internasional ini.

Yoga mengungkapkan, di forum nanti akan ada simulasi konferensi yang menciptakan surat keputusan atau suatu konvensi. “Tentu saya akan membahas isu-isu negara yang tengah mengalami konflik. Salah satunya, konflik antara Palestina dan Israel. Saya juga pasti akan membawa nama baik Indonesia dalam konferensi tersebut,” ungkap pemuda yang aktif di Organisasi Siswa Intra-Sekolah (OSIS) SMAN 2 Tasikmalaya ini.

Remaja yang kini duduk di bangku kelas XI Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 2 Tasikmalaya itu mengaku, dirinya berhasil menjadi delegasi Indonesia berkat dukungan dan doa orangtua serta semangat yang dimilikinya. Melalui kesempatan ini, Yoga pun berharap bisa membanggakan orang tuanya, Kota Tasikmalaya, dan negara tercinta Indonesia.

Melalui Pencak Silat Tria Raih Juara Padjajaran Cup Open 2019 

Awalnya, Tria Mutiara Umbarwangi, siswa Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Mande, Kabupaten Cianjur, tidak berniat menggeluti olahraga bela diri pencak silat. Namun karena terbiasa lalu jatuh cinta. Nah, kecintaan Tria terhadap pencak silat dibuktikan dengan prestasi yang ia raih. Siswa kelas X ini berhasil menjadi meraih juara I “Padjajaran Cup Open 2019” yang diprakarsai Kapolresta Bogor Kota. Tria menjadi yang terhebat pada kategori tanding kelas A.

Perkenalannya terhadap olahraga pencak silat dimulai saat ia duduk di bangku sekolah menengah pertama (SMP). Dirinya mengaku hanya mengikuti teman. Awalnya ia hanya ikut teman saja, karena bingung mau ikut kegiatan ekstrakurikuler apa di sekolah.Tapi, lama-kelamaan ia mulai menyukai olahraga bela diri ini. yang telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda oleh UNESCO tersebut. “Jadi nyaman sama pencak silat,” ujarnya. siswa yang juga hobi menari ini.

Bukan kali ini saja siswa yang juga hobi menari ini meraih juara. Saat masih duduk dibangku SMP Tria pun sduah pernah menjuarai Padjajaran Cup Open 2018. Saat itu ia berhasil menjadi  juara 2 dalam kategori tanding kelas A. Tria menegaskan, kunci keberhasilannya adalah latihan dan kerja keras.  Melalui dua hal tersebut, hasil maksimal akan dapat diperoleh. Ia juga mengakui, peran sekolah amat penting dalam mendukung prestasinya tersebut. Salah satunya, memaksimalkan ekstrakurikuler pencak silat guna mengembangkan potensi diri.

Akhir Tahun SMAN 1 Mande Banjir Medali

Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Mande Kabupaten Cianjur mengawali tahun 2020 dengan banjir medali. Sebanyak sembilan siswa SMAN 1 Mande berhasil meraih medali pada Kejuaraan Pencak Silat Antar-Pelajar “Padjajaran Cup Open 2019”. Kejuaraan yang digelar pada 19-20 Desember 2019 ini, memperebutkan Piala Kapolresta Bogor Kota. Sembilan siswa peraih medali pada Kejuaraan Pencak Silat Antar-Pelajar “Padjajaran Cup Open 2019” adalah : 
1. Tria Mutiara Umbarawangi (juara I kategori tanding kelas A) 
2. Muhammad Royani (juara II kategori tanding kelas G) 
3. Asri (juara II kategori tanding kelas C) 
4. Siti Hardianti (juara II kategori tanding kelas D) 
5. Angga Aditya (juara III kategori tanding kelas B) 
6. Nopi Purwanti (juara III kategori tanding kelas C) 
7. Slamet Priyadi (juara II kategori tanding kelas B) 
8. Rima Apriliani (juara III kategori tanding kelas G) 
9. Siti Rohani (juara III kategori tanding kelas C)

Wakil Kepala SMAN 1 Mande, Mulyana Soleh menuturkan, raihan prestasi tersebut tak lepas dari pembinaan yang dilakukan sekolah melalui ekstrakurikuler pencak silat. “Selain itu, siswa pun dimotivasi dan diberi penghargaan oleh pihak sekolah,” ujarnya.

Salah satu bentuk penghargaan tersebut, ungkap Mulyana, adalah dengan menggratiskan uang bulanan kepada siswa berprestasi. “Selain itu, seluruh prestasi yang diraih akan kita ekspose saat upacara bendera. Itu salah satu cara kita memotivasi siswa lainnya,” tuturnya.

Menurutnya, ke depan pihaknya berencana mengundang orang tua siswa berprestasi ke sekolah. Selain meningkatkan partisipasi orang tua pada pembelajaran di sekolah, proses tersebut pun diharapkan mampu mengubah stigma masyarakat. Sebelumnya bila panggilan ke sekolah, orang tua menduga anaknya telah melangar aturan atau etika sekolah  . Nah, kami ingin mengubah persepsi bahwa orang tua yang dipanggil ke sekolah bukan yang bermasalah saja,” ungkap Mulyana.

Tatang, Guru SLB Peraih Pengharagan Guru Inspiratif  

Tatang. Guru SLB ABCD Caringin Kota Bandung, peraih Guru Inspiratif jenjang SMA/SMK/MA atau SMALB di ajang “Een Sukaesih Award Tahun 2019 mengatakan tugas guru bukan hanya pergi ke sekolah, mengajar, dan pulang. Lebih dari itu, guru harus berperan sebagai teladan bagi siswa. Sementara menjadi guru teladan adalah menjadi guru yang bertanggung jawab dan ikhlas dalam mengajar.

Tatang menjelaskan  jika mengajar dengan hati yang ikhlas, Insya Allah ilmu yang diajarkan itu akan diserap dengan baik oleh anak didik. Namun jika mengajar hanya karena gaji dan tugas, dampaknya akan jelek untuk murid maupun guru yang bersangkutan.  Dengan keikhlasan hati itulah, kata Tatang, guru mampu berperan sebagai sosok yang patut digugu dan ditiru. 

Tatang juga mengajak guru di seluruh Jabar agar selalu berorientasi memberikan berbagai manfaat baik bagi siswa. “Jika kita memberi (ilmu) kepada orang lain, insya Allah kita akan bahagia karena teleh memberikan manfaat bagi masyarakat,” tuturnya. Selain itu, Tatang pun berpesan kepada orang tua yang memiliki anak berkebutuhan khusus agar terus mendorong anaknya memperoleh pendidikan. Meski memiliki kekurangan, orang tua harus meyakini bahwa melalui pendidikan, buah hatinya akan mampu memberikan manfaat.

Antarkan anak ke sekolah karena bisa jadi dengan kekurangan yang dimiliki, besok atau lusa, melalui pendidikan akan bisa memunculkan kelebihannya. Minimal bagi dirinya sendiri dan keluarga.    Ia pun mengingatkan, anak adalah sebuah titipan sehingga orang tua harus bertanggung jawab. “Tidak hanya tentang makanan, tapi juga pendidikan,” ujarnya.

Bantal Sensor Anti-Ngantuk, Membawa Tiara Lolos ke Tingkat Provinsi 

Tiara Nuraeni, siswi Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Soreang, berhasil meraih pringkat 2 dalam Lomba Pelajar Pelopor Keselamatan Jalan (PPKJ) yang digagas Dinas Perhubungan Kabupaten Bandung . Melalui prestasi yang ditorehkannya ini , Taiara pun berhak untuk mengikuti kejuaran serupa di tingkat nasional.

Tiara  menceritakan, pada lomba tersebut, seluruh siswa diharuskan membuat inovasi untuk mengurangi tingkat kecelakaan lalu lintas. Tiara pun membuat inovasi berupa “Bantal Sensor Anti-Ngantuk” bagi pengendara mobil.  Alat ini bekerja dengan memanfaatkan sensor detak jantung. Jika sensor tersebut mendeteksi bahwa pengendara sedang mengantuk atau tidak sehat, alat ini akan langsung memberi notifikasi ke handphone pengendara. Ia mengaku mendapat banyak pelajaran dan apresiasi. Salah satunya dari pihak Jasa Marga yang berencana mengembangkan temuannya tersebut.

Tiara mengaku,  Inovasi tersebut terinspirasi dari ayahnya yang merupakan seorang sopir.  Dirinya sering denger cerita dari Ayahnya yang sering ngantuk dan kelelahan sat berkendara. Nah, dari situlaha muncul ide untuk membuat bantal sensor anti ngantuk,” ungkap putri dari pasangan Dadan Hamdani dan Wida Wandayani ini. Meski saat ini berkecimpung di dunia teknik, siswa yang gemar membaca tersebut berencana melanjutkan pendidikan ke Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) untuk menjadi seorang guru. “Iya, saya ingin melanjutkan ke UPI,” harapnya.

SMKN 1 Pacet Raih Prestasi di Bidang Pertanian dan Ekowisata 

Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Pacet Kabupaten Cianjur berhasil meraih prestasi sebagai Sekolah Unggul dan Berprestasi Tahun 2019 dari Direktorat Pembinaan SMK Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Republik Indonesia. Sebagai sekolah percontohan dari program revitalisasi, sekolah tersebut menonjolkan keunggulan di bidang pertanian dan ekowisata.

Kepala SMKN 1 Pacet, Ida Yuniarti Surtika memaparkan, tiga dari tujuh kompetensi keahlian di sekolahnya bergerak di bidang pertanian. Yakni, jurusan argobisnis tanaman pangan dan hortikultura, agrobisnis pengolahan hasil pertanian, dan agroindustri. Ketiganya ditunjang jurusan perhotelan, usaha perjalanan wisata, dan tata boga sebagai pengoptimalan ekowisata.

Ia menegaskan, sekolahnya sangat mendorong agar bidang pertanian bisa diminati oleh siswa dan masyarakat sekitar. “Pertanian harus dikembangkan dengan revolusi industri saat ini. Pembelajaran tentang pertanian di sekolah pun sudah berbasis digital,” ujarnya.

Sedangkan di bidang ekowisata, lanjut Ida, ia berkeinginan mewujudkan hal tersebut sebagai sarana pembelajaran bagi siswa. Mulai dari siswa sekolah dasar hingga sekolah menengah untuk mengenalkan, sekaligus memanfaatkan potensi pertanian yang ada di lingkungannya. “Sehingga, pertanian dapat diberdayakan dengan cara modern dan ke depan bisa dikembangkan sebagai tempat pariwisata,” tambahnya.

Ia mengaku, prestasi yang diraih tersebut memotivasi pihaknya untuk terus memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. “Kita akan terus mengembangkan diri dan menjadi yang terbaik, terutama bagi peserta didik,” ucapnya.

Prestasi yang diraih ini bukan hasil perjuangannya individual, melainkan kerja sama berbagai pihak, mulai dari pengawas, kantor cabang dinas wilayah hingga Disdik Jabar. “Terima kasih karena terus membimbing kami sehingga kami bisa meraih prestasi ini. Ke depan, kita akan berusaha meningkatkannya lagi,” ujar Ida Yuniarti.

pungkasnya.***

Empat SMK Jabar Raih Prestasi Sekolah Unggul dan Berprestasi Tingkat Nasional 

Oleh Nizar Al Fadillah 

30 Desember 2019, 10:35 WIB    3126 views       Headline 


BANDUNG, DISDIK JABAR – Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Cimahi, SMKN 1 Pacet, SMKN 1 Mundu, dan SMK Wikrama Bogor (SMK) menyabet penghargaan sebagai Sekolah Unggul dan Berprestasi Tahun 2019 dari Direktorat Pembinaan SMK Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Republik Indonesia (RI). Prestasi tersebut dinilai melalui penilaian profil sekolah dan implementasi best practice pada program revitalisasi SMK tahun 2019.

Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Provinsi Jawa Barat (Jabar), Dewi Sartika mengapresiasi prestasi tersebut dengan mengundang kepala sekolah bersangkutan menghadiri apel pagi di lingkungan Disdik Jabar, Jln. Dr. Radjiman No. 6, Kota Bandung, Senin (30/12/2019). “Ini menjadi kebanggaan kita semua karena sekolah Jabar berprestasi di tingkat nasional,” ujarnya.

Keempat sekolah tersebut, kata Kadisdik, merupakan bagian dari 21 sekolah percontohan dari program revitalisasi SMK yang digagas oleh pemerintah pusat. Kadisdik berharap, prestasi tersebut mampu ditingkatkan di tahun selanjutnya. “Jabar harus panen prestasi, minimal 80% sekolah yang menjadi sekolah revitalisasi dapat meraih prestasi di tingkat nasional,” imbaunya.

Kepala SMKN 1 Pacet Kabupaten Cianjur, Ida Yuniarti Surtika mengaku, prestasi yang diraih tersebut memotivasi pihaknya untuk terus memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. “Kita akan terus mengembangkan diri dan menjadi yang terbaik, terutama bagi peserta didik,” ucapnya.

Ia pun menegaskan, prestasi yang diraih bukan hasil perjuangannya sendiri, melainkan kerja sama berbagai pihak, mulai dari pengawas, kantor cabang dinas wilayah hingga Disdik Jabar. “Terima kasih karena terus membimbing kami sehingga kami bisa meraih prestasi ini. Ke depan, kita akan berusaha meningkatkannya lagi,” pungkasnya.*** 

SMA negeri 3 Ciakarang Utara

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close