Dinamika Daerah

Muhammadiyah Segera Bangun SMK Pariwisata & SMK Migas

Untuk mewujudkan sumberdaya manusia Indonesia yang berkarakter utama dan cerdas Muhammadiyah berkomitmen bagi putra daerah di Kabupaten Seram Bagian Timur.

Memasuki hari jadinya ke-107 pada bulan November 2019 lalu, Muhammadiyah tak pernah puas dengan pencapaiannya hingga hari ini. Oleh sebab itu, upaya pembangunan fasilitas-fasilitas umum yang manfaatnya bisa dirasakan oleh semua orang, terus dilakukan di berbagai daerah di Indonesia, salah satunya di Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), Provinsi Maluku. 

Didirikan oleh K.H Ahmad Dahlan pada tanggal 18 November 1912 di Yogyakarta, Muhammadiyah menjadi salah satu organisasi Islam terbesar di Indonesia.  Tak dapat dipungkiri, di usianya yang sangat matang, yakni 107 tahun, Muhammadiyah telah banyak berkontribusi terhadap Indonesia melalui berbagai amal usaha yang didirikannya, seperti sektor kesehatan, rumah singgah, tempat ibadah, lembaga pendidikan dan lain sebagainya. Hal itu tentu berkat kerja sama dan kerja keras para pengurus pusat hingga daerah. 

Muhammadiyah hingga saat ini memiliki 176 perguruan tinggi, 35 ribu sekolah dari tingkat SD, SMP, hingga SMA/K, dan 20 ribu Taman Kanak-Kanak Bustanul Athfal. Bagi Muhammadiyah, capaian tertinggi bukan pada hitungan kuantitas, tetapi ketika berhasil mencerdaskan dan menciptakan masyarakat yang berkualitas. Muhammadiyah tak hanya berfokus dalam bidang pendidikan, namun, Muhammadiyah turut mendukung pengembangan kesehatan bangsa dengan membangun lebih dari 300 rumah sakit yang tersebar di seluruh Indonesia. Selain rumah sakit, Muhammadiyah membangun panti asuhan, lembaga bantuan hukum dan layanan jasa lainnya.

Bangun SMK Pariwisata & SMK Migas

Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Seram Bagian Timur (PDM SBT) Fachri Husni Alkatiri menjelaskan, Muhammadiyah tak pernah berhenti untuk berkontribusi, kali ini pihaknya tengah merencanakan untuk membangun Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Pariwisata dan Migas. 

Menurut Fachri, Pariwisata dan Migas merupakan Sumber Daya Alam (SDA) yang potensial untuk dikelola di Kabupaten SBT. Sebab itu, Fachri ingin para generasi muda Kabupaten SBT memiliki pengetahuan akan dua hal tersebut. Baginya, mengelola SDA harus didahului dengan peningkatan kapasitas dan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).

“Kita ingin SDA Kabupaten SBT dikelola oleh putra daerah. Baik potensi wisatanya maupun kakayaan yang terkandung di perut bumi SBT, yang kita ketahui bersama yaitu migas. Makanya kita perlu memberi bekal pengetahun kepada generasi muda SBT tentang dua hal itu melalui SMK Pariwisata dan SMK Migas,” tutur Fachri dalam keterangan resmi di Jakarta, Jumat (15/11).

Fachri yang juga merupakan Wakil Bupati SBT menegaskan, memberikan bekal pengetahuan kepada para generasi muda SBT merupakan salah satu cara supaya SDA yang dimiliki SBT selama ini dikelola oleh putra dan putri SBT sendiri. 

“Atau setidaknya, sesuai dengan keinginan putra daerah, mereka dapat mengisi posisi-posisi strategis di beberapa kilang minyak di SBT dan di beberapa tambang Migas di Maluku. Oleh sebab itu, kita akan bekali putra dan putri Kabupaten SBT melalui SMK Migas,” katanya. 

Selain akan membangun SMK Pariwisata dan SMK Migas, PDM Muhammadiyah Kabupaten SBT juga berencana mendirikan lembaga keuangan mikro atau yang dikenal dengan sebutan Baitul Tamwil Muhammadiyah (BTM). “BTM adalah lembaga keuangan mikro yang beroperasi berdasarkan prinsip-prinsip syariah, artinya, semua transaksi keuangan dilakukan dengan akad yang sesuai dengan syariat Islam. Kabupaten SBT diisi 98 persen umat Islam,” ujarnya. 

Berpengetahuan dan Beradab Mulia

Visi pengurus PDM Muhammadiyah SBT relevan dengan pandangan Ketua Umum Muhammadiyah, Haedar Nashir. Haedar dalam pidato Milad ke-107 Muhammadiyah menyampaikan organisasi ini bertujuan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, mencetak manusia yang berkarakter utama ialah insan yang berakhlak mulia (al-akhlaq al-karimah) yang ditunjukkan dengan sikap saleh, jujur, amanat, mandiri, kerja keras, dan berperangai terbaik sebagai individu maupun insan sosial.

Menurut Haedar, manusia yang cerdas adalah manusia Indonesia seutuhnya yang memiliki kekuatan akal budi, moral, dan ilmu pengetahuan yang unggul untuk memahami realitas persoalan serta mampu membangun kehidupan kebangsaan yang bermakna bagi terwujudnya cita-cita nasional. Mewujudkan sumberdaya manusia Indonesia yang berkarakter utama dan cerdas, menurut Haedar,  hanya dapat dihasilkan oleh sistem pendidikan yang “mencerdaskan kehidupan bangsa” sebagaimana diamanatkan Pembukaan UUD 1945.

“Mencerdaskan kehidupan bangsa bukan sekadar tema milad, tetapi juga komitmen yang bakal terus dipegang kuat dan dipersembahkan Muhammadiyah untuk Indonesia. Pendidikan tersebut dalam prosesnya tidak hanya menekankan pada kemampuan membaca, menulis, dan berhitung, tetapi sekaligus sebagai proses aktualisasi diri yang mendorong peserta didik untuk memiliki ilmu pengetahuan tinggi dan berkeadaban mulia,” kata Haedar.

Untuk diketahui, Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Seram Bagian Timur secara resmi baru berdiri pada tahun 2017 lalu. Meski demikian, di bawah komando Fachri, PDM SBT akan senantiasa hadir di tengah-tengah masyarakat Kabupaten SBT.

Perkuat Peran Muhammadiyah dalam Pendidikan

Masih dalam rangkaian memperingati milad ke-107, Persyarikatan Muhammadiyah meluncurkan Muhammadiyah Online University (MOU) di Yogyakarta. Peluncuran MOU merupakan salah satu upaya Muhammadiyah dalam memperkuat perannya di bidang pendidikan.

Haedar mengatakan, MOU merupakan bagian dari program pengembangan lembaga pendidikan Muhammadiyah. Menurut dia, kehadiran MOU sebagai salah satu langkah antisipasi perkembangan revolusi industri 4.0 ke society 5.0. “Lewat MOU itu kita berharap ada proses adaptasi kita untuk maju ke era 4.0 sampai ke era 5.0”.

Ia menambahkan, substansi sistem pembelajaran daring dan offline akan tetap sama. Muhammadiyah tetap menekankan pentingnya budi pekerti yang baik. “Muhammadiyah ingin menciptakan perubahan-perubahan yang tak hanya bertumpu kepada sistem, tetapi juga budaya atau tradisi yang manusia beradaptasi ke sana,” kata Haedar.

Dalam pidatonya Haedar berharap, milad jadi momen bersyukur warga Muhammadiyah agar segala yang telah dilakukan mendapatkan ridha Allah SWT. “Muhammadiyah lewat Kiai Dahlan, Nyai Dahlan dan generasi awal Muhammadiyah, 107 tahun lalu telah menorehkan tinta sejarah keumatan dan kebangsaan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa,” kata Haedar.

Bagi Haedar, Kiai Dahlan menjadi perintis dan pembaharu yang membawa rakyat Indonesia mampu menghadapi tantangan zaman. Ia menegaskan, usaha itu akan terus dibawa dan dikembangkan oleh Muhammadiyah. “Bersama kita satukan semesta, Sang Surya suluh peradaban,” tandas Haedar.

Show More

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close