DU-DI Mendidik

Lewat CSR HUB, Industri & SMK Sinergi Hadapi Persaingan Industri

Kelola Dana CSR Pendidikan, Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat Gandeng Yayasan InfraDigital Nusantara.

Sebagai ikhtiar awal penguatan kualitas siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) menghadapi era industri 4.0. Pemerintah Provinsi Jawa Barat, menggandeng Yayasan InfraDigital Nusantara (IDN) dalam pengelolaan program Corporate Social Responsibility (CSR) HUB. 

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan, kerja sama pengelolaan program CSR HUB dimaksudkan sebagai langkah awal peningkatan kualitas siswa SMK dalam menghadapi persaingan dunia industri ke depan.“SMK harus responsif terhadap perubahan agar dapat mengikuti perkembangan teknologi dan industri,” ujarnya (5/2).

Menurut Ridwan Kamil, kemajuan teknologi sektor Industri 4.0 saat ini harus mampu diimbangi penyiapan kualitas sumber daya manusia yang berkualitas, sehingga mampu menjawab tantangan yang ada. Oleh karenanya, melalui kerjasama ini pihak yayasan diharapkan mampu membekali siswa SMK dengan kemampuan bahasa asing selain bahasa Inggris, untuk meningkatkan kerja sama internasional.

“Melalui CSR HUB ini, sekaligus sebagai sarana diskusi perkembangan program kerjasama industri dan SMK di Jawa Barat serta pemaparan program yayasan,” ujar dia menegaskan.

Beberapa program revitalisasi SMK yang akan ditawarkan Yayasan InfraDigital Nusantara, antara lain aspek pembenahan sistem tata kelola dan manajemen sekolah, pengembangan kurikulum dan program pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan industri. Kemudian, pengembangan kapasitas dan kompetensi guru, infrastruktur sekolah dan beasiswa bagi peserta didik.

Tujuh Sekolah Jadi Pilot Project

Sebagai langkah awal kerja sama itu, Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat menunjuk tujuh sekolah SMK di Jawa Barat sebagai pilot project kegiatan, yakni SMK Al-Wafa Ciwidey, SMKN 1 Kertajati Majalengka, SMKN 1 Mundu Cirebon, SMKN 1 Pacet Cianjur, SMKN 11 Bandung, SMKN 9 Bandung dan SMKN 2 Karawang.

Muhammad Rofi, Ketua Yayasan InfraDigital Nusantara, untuk mewujudkan SMK Juara di Indonesia, lembaganya siap memberikan program terbaik, untuk meraih rencana tersebut. “Kami berkomitmen menciptakan SDM terbaik dalam membangun Jawa Barat. Selain penguatan program revitalisasi SMK, kami juga dipercaya Mastercard dalam pelatihan 6.000 siswa SMK se-Provinsi Jawa Barat, untuk mendapatkan sertifikasi cyber security dalam Mastercard Academy 2.0

Sebelumnya, CEO IDN Ian Mckenna mengatakan penggunaan aplikasi digitalisasi data dan keuangan, ditujukan bagi seluruh lembaga pendidikan di Indonesia. “Program ini sudah kami terapkan di 250 sekolah di 11 provinsi, fokusnya kelancaran keuangan di dalam sekolah dan kesehatan keuangan. Digitalisasi data dan keuangan, cukup penting dalam memberikan kemudahan bagi guru, dalam pembuatan laporan data dan keuangan sekolah yang baik bagi masyarakat. Kita pun bantu berikan pendampingan untuk menjelaskan, jadi data dengan mudah bisa disimpan di aplikasi tersebut,” ujarnya.

Saat ini mayoritas sekolah masih melakukan pelaporan dalam bentuk manual, menggunakan lembaran kertas dalam jumlah yang banyak, sehingga penerapan digitalisasi data dan keuangan sekolah dinilai cukup tepat. “Kami memiliki program cukup lengkap, mulai untuk pendidikan dasar, SMK, SMA, pondok pesantren, hingga bimbel (bimbingan belajar) juga,” kata dia.

Dalam prakteknya, sistem itu bakal meng-input data sekolah cukup lengkap mulai data siswa, orangtua, hingga soal keuangan mulai pembayaran SPP, tabungan dan lainnya menjadi menjadi nontunai. “Dengan pola itu, keuangan sekolah menjadi lebih lancar, cashflow lebih tertata, serta laporan keuangan yang diberikan secara berkala. Silakan pihak TU (Tata Usaha) bisa cek, dan risiko turun keuangan siswa yang jumlah besar bisa dihindarkan,” ujarnya.

Dirinya mengatakan, penerapan sistem digitalisasi dan keuangan seluruh sekolah tidaklah mudah, namun hal itu bakal terjadi dengan sendirinya, terutama dengan meningkatnya penggunaan digital di era industri 4.0 saat ini. “Memang untuk perubahan keuangan di sekolah perlu proses dan waktu, tapi nanti kita dampingi supaya bisa berubah,” ujar Ian Mckenna.

 

Tingkat Mutu dan Kualitas SMK

Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat melakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) Road Map dan Strategic Program CSR Hub Terkait Revitalisasi SMK di Ruang Rapat Biru Gedung Pakuan, Kota Bandung, belum lama ini. Dalam rapat tersebut, Disdik Jabar menghadirkan berbagai mitra industri dan SMK di Jawa Barat untuk memberikan masukan mengenai kemajuan di bidang vokasional.

Kadisdik Jabar Dewi Sartika mengatakan, langkah ini dilakukan guna meningkatkan mutu dan kualitas SMK serta bisa menghasilkan lulusan siap kerja di industri dan mampu berwirausaha. “Disdik tengah bekerja keras meningkatkan mutu SMK dan menghapus cap/label SMK sebagai penyumbang pengangguran terbesar. Maka dari itu, kami lakukan pembaruan dan pengembangan sesuai perkembangan zaman,” tutur Kadisdik.

Setiap industri yang dilibatkan, lanjutnya, tentu berperan dalam keberlangsungan pembangunan sistem vokasi. Mulai dari peningkatan kompetensi guru, sarana dan prasarana serta keselarasan kemampuan siswa dengan kebutuhan industri.

Sementara itu, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyampaikan, Jawa Barat sudah seharusnya mengembangkan dunia manufaktur industri dan pariwisata. Tentu, dalam pengembangannya membutuhkan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas. “Melalui SMK, kita bisa memberikan pelatihan serta pengetahuan dengan bekerja sama antara industri dan sekolah. Sehingga diperlukan percepatan pembangunan SDM dalam memperbaiki kualifikasi tenaga kerja agar menjadi tenaga kerja yang terlatih dan terampil sehingga semua terserap ke dunia industri. Peningkatan SDM yang profesional dan kompeten, sarana dan prasarana yang mamadai turut mendukung kesuksesan revitalisasi SMK,” tegasnya.

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close