Berita Guru
Trending

Efektifkah Program Belajar Di Rumah Selama 14 hari.

Oleh: Oon Suherti. S.Pd, MM

Pengawas SMP Kabupaten Bekasi

Sesuai dengan surat edaran Kepala Dinas Pendididkan kabupaten Bekasi Nomor 890/598/Disdik/2020, tentang belajar dirumah dalam rangka pencegahan penyebaran Covid – 19.  Inti dari surat edaran tersebut adalah Selama dua pekan kedepan yaitu mulai tanggal 16 sampai dengan tanggal 31 Maret 2010 siswa /santri belajar di rumah.

Menindak lanjuti surat edaran tersebut,  Kepala Sekolah dan guru tidak libur tetap melaksanakan kegiatan pembelajaran jarak jauh.  Karena keputusan  dan informasi yang diterima kepala sekolah agak mendadak. Maka sebagian besar kepala sekolah baru bisa berkoordinasi dengan guru pada hari Senin tanggal 16 Maret 2020  pada saat siswa sudah libur.  Hal ini dilakukan untuk menyusun strategi dan metoda pembelajaran jarak jauh yang akan diberikan kepada siswa.

Saya sebagai wali  murid yang kebetulan sekolahnya berbasis pesantren yang terletak di daerah Setu   kabupaten Bekasi yang masuk dalam group WhatsApp  wali siswa/santri. Karena setiap informasi di share di group tersebut , maka saya mengetahui kegiatan atau agenda yang dilakukan oleh kepala sekolah dan guru – guru.

Wali santri juga diminta untuk selalu mendampingi dan memantau kegiatan santri di rumah. Para santri tidak diperkenankan keluar rumah kalau tidak dalam kondisi mendesak. Disampaikan pula bahwa sesungguhnya para santri tidak libur hanya belajar di rumah. Walaupun metoda dan strategi pembelajarannya sedikit berbeda dengan kegiatan di sekolah. Kalau para santri ketika di sekolah dilarang menggunakan gawai. Kali ini justru sebaliknya para santri belajar harus menggunakan gawai.

Pada hari Selasa tanggal 17 Maret 2020 di group whatsApp wali santri diinformasikan bahwa setiap santri dan wali santri akan di masukan kedalam group kelas masing – masing. Apabila santri memiliki gawai sendiri di rumah. Dengan demikian baik santri maupun wali santri mengetahui informasi sehingga orang tua bisa memantau tugas apa yang harus di kerjakan.

Group whataApp kelas dibuat oleh wali kelas masing – masing.  Pada siang hari di informasikan oleh wali kelas 8.1 bahwa kegiatan pembelajaran jarak jauh dimulai pada esok hari. Wali kelas 8.1 mengshare jadwal kegiatan pembelajaran selama dua pekan kedepan serta menjelaskan tatacara mengikuti  kegiatan pembelajaran jarak jauh yang akan dilaksanakan. Setiap guru mata pelajaran akan menginformasikan pelajaran yang akan disampaikan lewat pembelajaran online atau melalui WhatsApp group.

Pada hari berikutnya pagi hari sesuai jadwal kegiatan pembelajaran di mulai. Salah seorang guru mata pelajaran menginformasikan pelajaran pertama akan dimulai. Santri di persilahkan menyiapkan alat tulis terlebih dahulu.  Kemudian guru mengirim file jpg yang menjelaskan mata pelajaran dan materi apa yang akan di jelaskan. Beberapa saat kemudian guru menginformasikan para santri untuk membuka video pembelajaran  yang dikirim melalui group WhatsApp. Setelah itu guru tersebut mengirim file pertanyaan atau tugas yang harus di kerjakan oleh santri berikut penjelasan cara mengisinya. Guru mata pelajaran  tersebut juga menjelaskan batas waktu pengiriman tugas ditunggu sampai pukul 21.00.

Tetapi bagi santri yang sudah selesai mengerjakan bisa segera  mengirim foto pekerjaan siswa yang sudah di tandatangani oleh wali santri. Bagi siswa yang sudah mengirim tugas akan diinformasikan di group sekaligus sebagai dokumen daftar hadir setiap harinya.  Jadi bagi santri yang tidak mengirim tugas dianggap tidak hadir pada hari itu.

Diakhir pembelajaran pada sore hari kepala sekolah melalui group WhatsApp wali santri seluruhnya menanyakan bagaimana kesan para wali santri terhadap pembelajaran pada hari itu. Berbagai komentar dari wali santri. Ada yang bilang ternyata susah jadi guru. Karena santri kalau di rumah susah nurut dengan orang tua. Ada juga yang bilang pembleajaran di rumah penuh drama. Karena wali santri harus berteriak dulu, santri baru mengerjakan tugas itupun sambil menonton TV. Ada juga keluhan santri yang bilang bilang kalau guru di rumah dia sangat cerewet.  Dilain sisi ada wali santri yang bilang ternyata menyenangkan juga ya menjadi guru dadakan.

Aku hanya senyum – senyum saja membaca chat di group WhatsApp wali santri. Menurutku kegiatan belajar di rumah cukup efektif dari sisi kesehatan maupun pembelajaran. Karena para siswa dan orangtua bisa saling berinteraksi menjalin kedekatan. Selain itu orang tua atau wali santri bisa merasakan bagaimana seninya dalam mendampingi anaknya ketika belajar. Karena selama ini para santri belajar di damping para ustad dan ustdzah di pesantren. Kadang banyak orang tua yang tidak mengerti dan selalu memanjakan anaknya. Bahkan tidak sedikit orang tua yang selalu meminta izin anaknya untuk di bawa pulang atau keluar walaupun bukan waktu kunjungan.

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close