Berita Siswa

Dua Siswi SMA Unklab Airmadidi Ciptakan Kertas Ramah Lingkungan

Prihatin pada maraknya penebangan pohon, mendorong semangat dua siswi SMA di Sulawesi Utara menciptakan kertas ramah lingkungan. Kertas berbahan dasar sabut kelapa ini memiliki beberapa keunggulan, di antaranya tidak mudah robek dan bisa didaur ulang.

Friginia Oey dan Sabbathiiny Rumampuk adalah dua siswi SMA Unklab Kabupaten Minahasa Utara, yang menciptakan kertas alternatif ramah lingkungan. Berawal dari kepedulian terhadap lingkungan, kedua sahabat ini berupaya mencari solusi mengurangi penebangan pohon, yang menjadi bahan baku utama kertas.

“Kami prihatin dengan penebangan hutan secara liar belakangan ini dimana pembuatan kertas menggunakan pohon sebagai bahan baku utamanya. Juga di sekolah kami banyak menggunakan kertas,” ujar Friginia bersama Sabbathiny, dikutip dari berbagai media.

Mulailah mereka berdua membuat eksperimen dengan melakukan berbagai percobaaan sejak 2018. Lewat berbagai referensi yang didapat di internet mereka mulai mencoba membuat kertas dengan memanfaatkan limbah dari sabut kelapa. “Kami melihat di sekitar rumah kami banyak terdapat limbah sabut kelapa sehingga muncul ide dari kami untuk memanfaatkan limbah tersebut. Kami tidak sepenuhnya mengikuti petunjuk yang sudah ada di internet. Karena kami takut jika sudah ada yang membuat. Jadi kami buat dengan ide sendiri, tanpa menggunakan bahan kimia kecuali dari bahan catnya,” tutur Friginia.

Dengan semangat yang tetap menyala, kedua siswi kelas 12 ini melakukan puluhan kali eksperimen, hingga memakan waktu berbulan-bulan. Ketekunan dan jerih payah itu akhirnya membuahkan hasil dengan ditemukannya formula yang tepat untuk pembuatan kertas ramah lingkungan. Yakni temuan keduanya adalah dengan menggunakan sabut kelapa, tepung tapioka, dan cat pelapis sebagai bahan baku kertas ramah lingkungan.

Proses awal pembuatan tiap helai kertas memakan waktu sekira 15 menit mulai dari tahap pengolahan bahan hingga kemudian dimasak menggunakan kompor. Bahan yang sudah dimasak kemudian dituang ke dalam wadah untuk proses pencetakan dan dikeringkan selama semalaman. Satu buah kelapa bisa memproduksi hingga 2.000 helai kertas.

Keunggulan kertas buatan dua siswa yang diberi nama ecofriper (eco-friendly paper) ini adalah tidak mudah robek, bisa didaur ulang dan anti air. Kertas ramah lingkungan ini sudah dipraktikkan untuk pembuatan tempat tissue, taplak meja, dan berbagai aksesoris rumah tangga lainnya.

Hasil karya Ecofriper mengantarkan keduanya meraih juara 1 lomba parade cinta tanah air tingkat sma se-Sulawesi Utara yang digelar oleh Kementerian Pertahanan Republik Indonesia. Selain akan mengikuti lomba serupa tingkat nasional, Friginia dan Sabbathiny kini juga disibukkan untuk mengurus hak paten atas produk yang mereka ciptakan.

Keduanya berharap kertas ramah lingkungan bisa menjadi solusi untuk mengurangi penebangan pohon yang berimbas pada rusaknya hutan Indonesia.

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close