Dinamika Daerah

Desa Lambangsari Gencarkan 9 Kegiatan Dukung Pendidikan Karakter

Seluruh kegiatan terkait pendidikan didasarkan pada visi misi yang menjadi harapan Desa Lambangsari, kini implementasi dari program tersebut, menujukkan kesuksesan kinerja Kepala Desa telah dirasakan keberadaannya oleh masyarakat.

Desa Lambangsari, Kecamatan Tambuh Selan, Kabupten Bekasi terbilang cukup gemilang dalam pengembangan daerahnya, dibawah kepemimpinan Pipit Haryanti yang dipercaya untuk menjadi Kepala desa yang memimpin sejak 2018. Desa Lambangsari memang mempunyai banyak program dan inovasi terkait dengan pemberdayaan dan pelatihan bagi perempuan di desanya yang dianggap akan bisa membantu dan menopang serta penggerak ekonomi pada rumah tangganya.

Tak hanya itu Kades Lambangsari ini juga terus menstimulan berbagai pihak dan masyarakat Lambangsari dalam menerapkan pola hidup bersih dan sehat. Upaya ini, menurut Pipit, merupakan satu kontribusi Desa Lambangsari untuk menyukseskan program Pemerintah Kabupaten Bekasi meraih predikat Kabupaten Sehat. “Saya juga berharap kegiatan ini tidak sebatas pada penilaian semata, tapi menjadi rutinitas sehari-hari masyarakat Lambangsari,” pungkasnya.

Selain menggelorakan program pembangunan infrastruktur, pipit menyadari hal ini harus diimbangin dengan pembangunan karakter, baik dari pemberdayaan perempuan hingga membangun karakter pada anak-anak. Terkait membangun karakter anak terhubung dengan pentingnya pendidikan yang diberikan kepada anak. Terkait hal tersebut, Desa Lambangsari memiliki beberapa kegiatan yang diprioritaskan untuk pendidikan wilayahnya. Berikut beberapa petikan wawancara Media Pendidik dengan Pipit Haryanti terkait kontribusi dan apa saja kegiatan pendidikan yang tengah digencarkan saat ini.

Kegiatan apa saja yang terkait dengan pendidikan yang telah dilakukan di desa Lambangsari?

Berawal dari sebuah RKPDes Lambangsari tahun 2018, untuk pelaksanaan ditahun 2019 adapun yang kami lakukan berkaitan dengan Pendidikan adalah Saba Sekolah / Upacara Bendera (terdokumentasi), Advokasi Pendidikan / Pendampingan PPDB Online / sistem Zonasi (terdokumentasi), Razia Pełajar pada jam sekolah (terdokumentasi), Menerima Siswa PKL di Pemerintah Desa untuk mengenalkan system pelayanan dan Administrasi Perkantoran (terbina), Memberikan dan membantu sekolah untuk melegalisasi Aset Tanah / Domisili Sekolah (terarsip), Melibatkan sekolah dalam setiap Rapat Mingguan dan Musrenbangdes setiap tahun nya (terdokumentasi), Menumbuhkan jiwa Patriotisme dalam mengadakan Upacara Gabungan 17 Agustus di lapangan terbuka (terdokumentasi), Pemberdayaan Perempuan Kreatif (terdokumentasi) serta Pembinaan Siswa yang menonjol dalam bidang Musabaqoh Tilawatil Qur’an (terbina).

Sudah berapa lama kegiatan-kegiatan tersebut diadakan?

Seluruh kegiatan telah berjalan satu tahun, meskipun pada beberapa poin belum seluruhnya kami sambangin seperti pada poin pertama Saba Sekolah itu baru namun belum semua sekolah kami sambangi, pada poin Advokasi Pendidikan / Pendampingan PPDB Online / system Zonasi baru sekolah SMA Negeri 5 Tambun Selatan dan SMP Negeri 9 Tambun Selatan. Pada poin Razia Pełajar pada jam sekolah, kami bekerjasama dengan Polsek Tambun, Koramil Tambun dan Pokdarkamtibmas untuk pelaksaan tersebut. Pada poin Menerima Siswa PKL di Pemerintah Desa hal ini sedang berlangsung.

Pada poin memberikan dan membantu sekolah untuk melegalisasi Aset Tanah / Domisili Sekolah, saat ini sudah diberikan Surat Keterangan untuk pembuatan sertifikat Tanah Negara yang dipergunakan sebagai Bangunan dan Tanah Sekolah. Pada poin Melibatkan sekolah dalam setiap Rapat Mingguan dan Musrenbangdes setiap tahunnya, sudah berlangsung dan menjadi prioritas untuk menerima aspirasi dari semua stakeholder. Pada poin mengadakan Upacara Gabungan 17 Agustus baru kali ini di Desa mengadakan Upacara gabungan dengan melibatkan semua sekolah yang ada di desa (terdokumentasi).

Mengapa kegiatan-kegiatan tersebut perlu dilakukan dan bagaimana tanggapan masyarakat?

Seluruh kegiatan terkait pendidikan ini didasarkan dari sebuah Visi Misi sebelum menjadi Kepala Desa dan sekarang perlu adanya implementasi dari program tersebut, intinya bagaimana Kepala Desa dapat dirasakan keberadaannya oleh masyarakat khususnya didunia pendidikan. Dan karena beberapa kegiatan ini juga baru diinisiasi untuk pertamakalianya oleh pemerintah maka masyarakat sangat antusias dan mendukung penuh program ini dilaksanakan secara berkelanjutan.

Siapa saja yang turut mendukung kesuksesan pelaksanaan kegiatan tersebut?

Saba Sekolah merupakan Program Desa yang berawal dari kerinduan Kepala Desa dan Perangkat akan mengikuti upacara disekolah semasa kecil dan saat ini dengan berkoordinasi dengan sekolah kami berkirim surat untuk bergabung dalam kegiatan terscbut, didalamnya Kepala Desa dipersilahkan menjadi Pembina Upacara sambil menyampaikan amanat-amanat berkaitan dengan dunia pendidikan.

Razia Pelajar, hal ini merujuk pada Instruksi Kapolri terkait Operasi Karuna Jaya / Cipta Kondisi Ketertiban Umum dan Desa Lambangsari memiliki objek wisata dan lokasi yang cocok untuk nongkrong selain disekolah sehingga para pelajar khususnya yang bolos pada jam belajar yang ada di wilayah Desa, untuk itu kami melakukan penertiban pelajar tersebut dibawa ke kantor Desa dengan memberikan arahan/psikologi/renungan untuk tidak lagi melakukan hal yang sama dan memanggil Kepala Sekolah / Wali Murid agar dapat dijemput pelajar tersebut.

Terkait Siswa PKL, dalam pemerintahan memiliki SOP administrasi yang sudah diterapkan dan perlu diadakan edukasi kepada siswa yang melaksanakan Program Kerja Lapangan untuk dapat belajar bagaimana menjadi pelayan di masyarakat dalam bidang administrasi. Untuk, Upacara Gabungan 17 Agustus hal ini didasari menumbuhkan jiwa patriotism tentunya perlu ditanamkan sejak dini dengan adanya keinginan kepala desa dengan kegiatan Sapa Sekolah dapat menjadi

inspiratif agar dapat melaksanakan kegiatan Upacara gabungan dengan melibatkan seluruh sekolah berkumpul satu tempat bukan hanya pelajar, guru dan masyarakat pun bergabung dalam kegiatan tersebut. Dalam hal, Pemberdayaan Perempuan Kreatif sejauh ini telah dilaksanakan 4 kegiatan yang dilakukan oleh Pemerintah Desa Lambangsari dalam meningkatkan kualitas perekonomian keluarga yang diantaranya : 1) Kain Perca, 2) Decopage / Cluth dan 3) Wire / Aksesoris.

Selanjutnya, Pembinaan Siswa Berprestasi di MTQ, perhelatan dalam perlobaan Musabaqoh Tilawatil Quran tentunya menjadi ajang bergengsi saat ini bagaimana bidang keagamaan perlu di dukung penuh dalam pembinaan siswa yang berprestasi, kami libatkan diperlombaan diantaranya 1)Tilawah Al Quran, 2)Hafidz Al Quran, dan 3) Wawasan Islam(cerdas cermat).

Siapa saja pihak-pihak yang turut mendukung kegiatan tersebut?

Semua kegiatan ini tak lepas dari dukungan penuh Camat Tambun Selatan, Kapolsek Tambun, Korail Tambun, BPD, Kelembagaan yang dimiliki oleh Desa dan yang ada di Desa. Khususnya Sekolah-sekolah yang ada di Desa Lambangsari juga masyarakat.

Terkait pendanaan kegiatan ini berasal dari mana?

Seluruh kegiatan ini sudah direncanakan dalam RKPDes dan tentunya akan mengunakan Dana APBDes dan sesuai kebutuhan dapat diambil kebijakan Kepala Desa bisa dengan melibatkan dari CSR maupun bantuan dari Sponsor dan donator. Alhamdulillah, seluruh kegiatan ini menghasilkan rasa kepuasan masyarakat akan kinerja yang dilakukan oleh Pemerintah Desa Lambangsari.

Apakah ada penghargaan, yang telah diterima Desa Lambangsari atas penyelenggaraan kegiatan terkait pendidikan?

Ada, penghargaan yang diberikan Mentri Pemberdayaan dan Perlindungan Anak (P3A) sebagai Peran Desa dalam Pembangunan Resfonsif Gender 2019. Desa ini juga menjadi Juara Umum untuk tingkat Kecamatan Tambun Selatan untuk kegiatan pembinaan siswa yang meninjol dalam bidang Musabaqoh Tolawatil Qur’an.

Bagi kami, penghargaan adalah efek samping dari sebuah kegiatan positif tapi kebanggaan bagi kami yang telah melakukan sesuatu yang bermanfaat untuk masyarakat dalam sebuah kepuasan dan penghargaan yang tertinggi.

Ke depan bagaimana menjaga kegiatan ini agar terus berlanjut?

Kami akan terus menjadwalkan kegiatan agar tetap berjalan dan tidak monoton. Sejauh ini desa kami juga telah menjadi tempat diskusi dan bertukar pikiran dan informasi terkait kisi-kisi. Kedepan saya terus mempromosikan kegiatan ini di media sosial yang kami miliki dan bekerjasama dengan rekan-rekan media. Terkait produksi keterampilan yang dihasilkan pada pemberdayaan perempuan kami pun telah bekeriasama dengan BUMDes di bidang Wedding Organizer (WO)untuk menjadikan salah satu paket pernikahan untuk souvenir.

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close