Berita Guru

Bupati Bekasi Eka Supria Atmaja : “Pendidikan Menjadi Gerbong Utama Mewujudkan Bekasi Bersih”

Setelah resmi dilantik menjadi Bupati Bekasi, Eka Supria Atmaja langsung tancap gas meneruskan program-program pembangunan yang sudah tertuang dalam RPJMD Tahun 2017-2022. Di antaranya terkait sektor pendidikan, kesehatan, infrastruktur, termasuk ketenagakerjaan dan ekonomi kreatif.

Terkait pendidikan, Eka mengaku bahwa pihaknya akan bekerja sama dengan Pemprov Jawa Barat agar peserta didik untuk jenjang pendidikan SMA/sederajat dapat digratiskan. Selain itu, akan ada upaya juga untuk membangun dan memperbaiki beberapa gedung sekolah. Masih di bidang  pendidikan, dirinya berencana agar para pelajar SMA/sederajat di Kabupaten Bekasi dapat digratiskan biaya pendidikannya. Untuk itu dirinya beserta jajarannya akan berkoordinasi dengan Pemprov Jawa Barat, bagaimana dapat mewujudkan rencana ini.

Di sisi lain, pada November ini Pengurus  Besar (PB) Persatuan Guru Seluruh Indonesia (PGRI) mempercayakan Kabupaten Bekasi sebagai tuan rumah puncak peringatan Hari Guru Nasional dan HUT PGRI ke-74. Acara ini akan diselenggrakan apda 30 November 2019. Bagi Eka Supria Atmaja, ini merupakan kehormatan besar bagi Pemkab dan masyarakat Kabupaten Bekasi.  “Tentunya ini menjadi kebanggan kami, sebagai warga Kabupaten  Bekasi,” kata Eka. Pemkab Bekasi pun menyatakan kesiapannya untuk mendukung sepenuhnya kegiatan tersebut.

Di sisi lain, kegiatan ini juga menjadi kesempatan untuk mendongkrak citra positif dari Pemkab Bekasi yang kini tengah berupaya untuk mewujudkan Bekasi Baru Bekasi Bersih. Seperti apa kontribusi sektor pendidikan untuk mewujudkan Bekasi Bersih? Eka Supria Atmaja pun berkesempatan menjelasknnya kepada Redaksi Media Pendidik. Berikut petikan wawancara dengan Bupati Bekasi yang berlangusng di ruang kerjanya di Kantor Pemkab Bekasi yang beada di Kawasan Cikarang, awal November lalu:

Sebagai kepala pemerintahan di Kabupaten Bekasi,bagaimana perasaannya setelah Kabupaten Bekasi ditetapkan sebagai tuan rumah acara puncak peringatan Hari Guru dan PGRI tingkat nasional ?

Mewakili masyarakat Kabupaten Bekasi, ini sungguh menjadi sebuah kehormatan dan kebanggan bagi kami. Kami juga mengucapkan terima kasih, Kabupaten Bekasi dipercaya  sebagai  tuan rumah peringatan Hari Guru Nasional dan HUT PGRI ke-74 secara nasional, pada 30 November ini. Seluruh guru perwakilan dari daerah diseluruh Indonesia akan berkumpul di sini. Acara ini pun akan dihadiri oleh Presiden Republik Indonesia dan jajaran menterinya. Kami dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi jelas akan mendukung sepenuhnya acara tersebut.

Apa saja bentuk dukungan dari Pemkab?

Dari lingkungan masyarakat terkecil RT/RW hingga pemerintah Kabupaten, kami sangat siap mendung terlaksana dan suksesnya acara tersebut. Apalagi sektor pendidikan juga menjadi prioritas pembangunan di kabupaten ini. Hal itu terkait saat ini Kabupaten Bekasi memiliki slogan baru yakni ‘Bekasi Baru Bekasi Bersih’. Slogan ini menjadi penyemangat untuk menciptakan Bekasi Baru yang dibangun dengan prinsip-prinsip  good governance dan juga dibangun dengan beragam inovasi. Pertanyaan selanjutnya adalah bagaimana mencapai Bekasi baru tersebut? Tentu saja sektor pendidikan menjadi gerbong utama untuk mewujudkan ‘Bekasi Baru Bekasi Bersih’. Nah, dalam mengimplementasikan slogan tersebut, kami juga membuat program pendidikan unggul menuju ‘Bekasi Baru Bekasi Bersih’.

Pendidikan unggul yang dimaksud itu seperti apa?

Artinya pendidikan unggul ini terkait dengan pendidikan berkarakter. Kami bekerja keras sekali untuk menjalankan program ini. Karakter sangat penting bagi anak-anak didik kami, agar kelak dapat menjadi sumber daya manusia yang unggul. Untuk melengkapi upaya membentuk pendidikan berkarakter ini, Pemkab Bekasi pun telah menerbitkan Peraturan Bupati (Perbup). Yakni Peraturan Bupati Nomor 45 tahun 2019 tentang Pedoman Pelaksanaan Pendidikan Karakter di Kabupaten Bekasi.

Seperti apa pelaksanaan dari Pergub tentang Pendidikan Berkarakter  tersebut?

Ada beberapa hal yang menjadi perhatian dalam pendidikan karakter. Seperti, setiap harinya proses belajar mengajar dilaksanakan mengikuti hari tematik yang sudah diprogramkan.  Jadi hari Senin ada temanya sendiri begitu juga dengan hari Selasa dan seterusnya. Bahkan ada ikrar yang diucapkan oleh pelajar.

Ikrar pelajar?

Kami menyebutnya Ikrar Siswa Pelajar Bekasi. Ikrar itu isinya kurang lebih seperti ini: Saya Siswa Pelajar Kabupaten Bekasi bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Cinta terhadap sesama, Patuh kepada Orang Tua, Patuh kepada guru, Tidak menyontek dan seterusnya itu diikrarkan. Di sisi lain pendidikan berkarakter juga mengajarkan siswa di Kabupaten Bekasi untuk gemar menabung.

Sebenarnya apa yang ingin dicapai dari pendidikan berkarakter ini ?

Pendidikan harus sejalan dengan seluruh elemen guru dan orangtua di rumah. Nantinya akan ada penilaian yang dilakukan, sesuai dengan nilai pembangunan karakter itu sendiri. Pendidikan karakter ini harus sejalan dengan istilah guru itu harus di gugu dan ditiru, artinya tidak hanya anak harus mengikuti perintah yang diberikan. Orangtua juga harus mendukung. Melalui program ini Pemkab Bekasi ingin memberikan life skill kepada para pelajar.

Bagaimana dengan dukungan anggaran untuk pendidikan di Kabupaten Bekasi?

Dalam APBD Kabupaten Bekasi, anggaran pendidikan Bekasi mengambil porsi 20 persen. Itu sudah sesuai dengan UUD yang berlaku. Bahkan untuk Kabupaten Bekasi lebih dari 20 persen. Anggaran itu terkait membangun pendidikan secara fisik, seperti membangun dan merenovasi gedung sekolah serta sarana prasarana pendidikan lainnya. Ini juga menggambarkan kami dari Pemkab mendukung penuh kegiatan pendidikan.

Di Kabupaten Bekasi banyak terdapat pelaku industri. Apakah mereka juga diajak serta untuk berpartisipasi di sektor pendidikan?

Iya, mereka kami ajak. Para pelaku industri di Kabupaten Bekasi memang sudah banyak membantu. Bentuk bantuannya ya bermacam-macam, seperti membantu secara fisik pembangunan gedung sekolah. Serta bantuan lainnya dalam mendukung kegiatan pendidikan.  Bahkan sebenarnya kami wajibkan itu.

Maksudnya ?

Kami mewajibkan pelaku industri yang berada di Kabupaten Bekasi untuk membantuk sektor pendidikan. Ini wajib sifatnya. Tidak hanya itu, bagi pelaku industri juga harus memanfaatkan atau mempekerjakan lulusan sekolah di Kabupaten Bekasi. Khususnya, lulusan SMK.

Ada contoh kontribusi yang diberikan pelaku industri untuk dunia pendidikan di Bekasi ?

Seperti Mitsubishi Motor yang beberapa waktu lalu memberikan pelatihan kepada pelajar SMK. Tujuannya, agar setelah lulus nanti keterampilan yang dimiliki sesuai dengan kebutuhan Mitusbishi. Sehingga nantinya mereka bisa dipekerjakan atau dapat diterima bekerja di Mitsubishi. Dengan demikian maka akan tercipta link and match antara sektor pendidikan dengan dunia industri. SDM lulusan sekolah di Kabupaten Bekasi, kemampuan dan ketrampilanya sesuai dengan kebutuhan pelaku industri. 

Bagaimana dengan pendidkan nonformal ?

Untuk pendidikan nonformal seperti madrasah, baik itu di tingkat Ibtidaiyah, Tsanawiyah, Aliyah dan Aliyah kejuruan kami tengah memperjuangkan untuk bisa menganggarkan honor bagi guru honorer yang mengajar di madrasah. Jadi kesejahteraan guru madsarah juga menjadi perhatian Pemkab Bekasi. Honor yang tengah dianggarkan ini juga diperuntukkan untuk guru-guru ngaji yang ada di luar madrasah. Seperti di masjid-masjid dan mushola. Apa yang dilakukan oleh Pemkab merupakan bentuk keseriusan dari kami untuk meningkatkan pendidikan agama. Bagi kami pendidikan agama memegang peranan penting dalam membentuk SDM yang  berakhlak dan unggul demi mewujudkan Bekasi Bersih Bekasi Baru.     

Show More

Related Articles

Back to top button